Game Dingdong Tahun 90-an yang Asyik Dimainkan Kembali di Android

Gamer veteran yang lahir th. 80an dan 90an pastinya tahu yang namanya Dingdong. Kalau gak tau, dingdong adalah sebutan lain untuk mesin game Arcade di Indonesia. Dingdong dulu mengalami era jaya pada th. 1990-an.

Mesin game ini selalu tersedia di tiap-tiap area hiburan, bahkan tersedia terhitung satu area tertentu yang digunakan sebagai arena tertentu bermain dingdong.

Berbeda bersama dengan mesin untuk main game sementara ini (konsol, PC maupun smartphone) yang dapat memuat berbagai macam game, satu unit mesin dingdong cuma berisikan satu judul game saja.

Nah dari berbagai macam judul game yang tersedia, game bertipe petualangan atau adventure menjadi favorit banyak gamer dikarenakan bersama dengan gunakan satu token (koin) yang dulu cuma senilai 100 perak, dan mahir memainkannya, gamer dapat menggunakan banyak sementara bermain bahkan hingga menamatkan game dingdong petualangan tersebut.

Dari berbagai macam judul game yang tersedia di dingdong, selanjutnya lebih dari satu judul game yang setidaknya menjadi favorit untuk dimainkan dan ki. Game apa saja yang dulu sering dimainkan tersebut? Yuk liat daftarnya di bawah ini.

1. Warriors of Fate

Game ini mengangkat tokoh dan kisah dari Three Kingdom. Gamer pilih keliru satu dari 5 hero (Zhang Fei, Guan Yu, Zhao Yun, Huang Zhong dan Wei Yan) untuk bertualang dan mengalahkan lawan-lawan yang terhitung berasal dari kisah Three Kingdom.

Setiap akhir stage akan tersedia panglima perang lainnya yang menjadi boss untuk dilawan, dan bos terakhir adalah, siapa lagi kecuali bukan, Lu Bu! Eits, tersedia kejutan sehabis kalian mengalahkan Lu Bu, yaitu sosok Cao Cao yang hendak melarikan diri.

2. Cadillacs and Dinosaurs

Nama game ini mungkin tidak cukup familier. Tetapi kecuali mendengar nama ‘Mustapha’, kalian yang dulu main pasti langsung ingat bersama dengan game yang satu ini!

Game ini mengangkat tema petualangan di dunia fiksi yang menghadirkan dinosaurus hidup bersama dengan bersama dengan manusia https://lembagaantidopingindonesia.org/. Empat sekawan (Jack, Hannah, Mustapha, dan Mess) bahu membahu menyelesaikan kekacauan yang terjadi.

Gamer memainkan keliru satu dari empat karakter bersama dengan kemampuannya tiap-tiap untuk mengalahkan musuh dan boss terakhir, Dr. Simon.

3. Punisher

Kalau kalian pengagum Marvel, kalian pasti tahu tokoh yang satu ini, Punisher. Tokoh bersama dengan kostum bergambar tengkorak ini ternyata dulu menjadi game dingdong dan menjadi favorit gamer pada awal th. 90-an.

Dalam game ini, Punisher bersama dengan bersama dengan agen Nick Fury dapat digunakan oleh gamer untuk mengalahkan lawan-lawannya dan sang boss terakhir, KingPin.

4. Captain Commando

Tema futuristik yang datang pada awal th. 90-an menjadi daya tarik tersendiri dari game Captain Commando. Tokoh-tokoh yang unik (Captain Commando, Mack the Knife, Ginzu the Ninja, dan Baby Head) dan keahlian tersendiri dari tiap-tiap karakter dapat dipilih para gamer untuk bertualang merawat bumi dan semua galaksi dari serangan penjahat berkekuatan super.

Awalnya game ini dapat dimainkan maksimum berdua, tetapi sejalan pertumbuhan waktu, Captain Commando dapat dimainkan hingga empat pemain secara bersamaan.

5. Sunset Rider

Mengangkat tema cowboy, game ini membuat terobosan pada dingdong bersama dengan menghadirkan multiplayer hingga empat pemain. Keempat cowboy yang dapat dimainkan adalah Steve, Billy, Bob, dan Cormano. Gamer akan bertualang bersama dengan latar wild wild west dan harus menaklukkan boss terakhir, Sombrero, untuk menamatkan game ini.

Konsol Game Murah Terbaik, Bisa Jalankan Game AAA Terbaru

Sepanjang 2023 masyarakat disuguhi beraneka judul game terakhir yang rilis untuk konsol next-gen. Sayangnya, sebagian gamer di Indonesia belum sanggup nikmati game-game tersebut dikarenakan terhalang budget untuk membeli konsol terbaru. Maklum saja, harga PS5 di Indonesia sekarang tetap cukup tinggi. Mungkin harus sebagian th. ulang menanti harganya turun.

Hal itu juga berlaku bagi gamer slot server thailand yang miliki computer bersama dengan spesifikasi kentang yang tak sanggup memainkan game-game terbaru. Sebenarnya, tersedia sebagian alternatif terkecuali kamu pengin membeli konsol game, tapi terhalang budget. Sebab, sampai akhir 2023, tersedia sebagian konsol tidak mahal tapi sanggup memainkan game-game baru. Ya, sebagian konsol yang sanggup memainkan game-game AAA kekinian tersebut ini sanggup kamu memperhitungkan dikarenakan harganya cukup terjangkau!

1. Xbox Series S

Xbox Series S adalah konsol generasi kesembilan. Artinya, konsol ini setara bersama dengan PS5 dan Xbox Series X. Di segi lain, Xbox Series S miliki harga yang jauh lebih murah. Bedanya bersama dengan Xbox Series X adalah, konsol ini cuma sanggup menggerakkan game dari unduhan digital serta miliki spesifikasi teknis yang sedikit lebih rendah.

Xbox Series S miliki prosesor kustom AMD, grafis RDNA 2, RAM 10GB GDDR6, penyimpanan SSD 512GB, perlindungan resolusi 1440p, dan kekuatan untuk streaming game bersama dengan teknologi xCloud. Secara keseluruhan, Xbox Series S sanggup menggerakkan game keluaran terbaru. Di marketplace, Xbox Series S dibanderol bersama dengan Rp3,9 jutaan. Harga tersebut amat berbeda bersama dengan PS5 yang harganya saat ini sanggup meraih dua kali lipatnya.

2. PlayStation 4 Fat

PS4 Fat adalah versi PS4 yang pertama kali meluncur terhadap 2013. Ini sanggup jadi alternatif bagi kamu yang belum pernah bermain game-game AAA di jaman PS4. Saat ini, PS4 tetap beroleh sebagian game terakhir meski mungkin akan langsung ditinggalkan oleh para developer yang berfokus terhadap PS5. Tapi, setidaknya PS4 tetap sanggup menggerakkan game-game AAA terbaik yang dirilis circa 2013 sampai 2023. Dengan library game yang luas, PS4 Fat mengerti amat disarankan bagi kamu yang belum pernah memainkan game-game PS4 mirip sekali. Di marketplace, PS4 Fat dijual bersama dengan harga mulai dari Rp2 jutaan.

3. Nintendo Switch Lite

Berikutnya tersedia Nintendo Switch Lite yang merupakan versi tidak mahal dari Switch versi standar. Bedanya adalah, Switch Lite tidak sanggup dihubungkan bersama dengan layar monitor agar cuma sanggup dilakukan sebagai konsol handheld. Switch Lite disarankan untuk kamu fans game-game Nintendo bersama dengan ciri khasnya yang family friendly yang umumnya sesuai dimainkan oleh semua umur.

Spesifikasi teknis dari Switch Lite juga miliki miliki sebagian perbedaan dari versi standarnya, namun, tetap memanfaatkan prosesor yang sama. Akan tetapi, Switch Lite tidak miliki langganan katalog game bulanan agar kamu harus membeli game secara ecer. Di marketplace, Nintendo Switch Lite dijual mulai dari Rp2,4 jutaan.

4. Steam Deck

Diperlukan budget yang cukup besar untuk sanggup merakit PC spesifikasi tinggi. Begitu juga bersama dengan membeli laptop gaming. Namun, tersedia alternatif lain terkecuali kamu rela memainkan game PC bersama dengan kualitas grafis tinggi, tapi miliki dana terbatas. Jawabannya adalah Steam Deck, sebuah konsol handheld computer besutan Valve yang dikhususkan bagi para gamer PC. Hampir semua game terkenal kekinian sanggup dilakukan di Steam Deck. Di marketplace, Steam Deck dijual mulai dari Rp6,5 jutaan. Harga tersebut mengerti lebih tidak mahal daripada merakit PC berspesifikasi tinggi. Berikut adalah spesifikasi teknis Steam Deck:

  • Layar: 7 inci, OLED, 1280 x 800 piksel, 60-90 Hz.
  • Prosesor: AMD Zen 2 4c/8t, 2.4-3.5 GHz.
  • GPU: AMD RDNA 2, 8 CUs, 1.6 GHz.
  • RAM: 16 GB LPDDR5.
  • Penyimpanan: 64 GB eMMC, 256 GB NVMe SSD, atau 512 GB NVMe SSD.
  • Konektivitas: Wi-Fi 6E.
  • Bluetooth 5.3, USB-C.

5. PS4 Pro

Terakhir, tersedia PS4 Pro. Ini merupakan versi upgrade PS4 yang diluncurkan terhadap 2016 silam. PS4 Pro membawa peningkatan spesifikasi berbentuk fitur tambahan, tidak benar satunya adalah perlindungan resolusi 4K. Desain bodi PS4 Pro juga lebih kecil dari PS4 Fat. PS4 Pro miliki prosesor AMD Jaguar 8-core, GPU AMD Radeon bersama dengan 4.20 TFLOPS, dan RAM 8 GB GDDR5. PS4 Pro sanggup kamu dapatkan di marketplace bersama dengan harga mulai dari Rp3,1 jutaan.

Sejarah Nintendo Pencipta Budaya Main Game di Rumah

Di di dalam industri permainan, Nintendo mampu dibilang merupakan perusahaan yang paling lama bertahan apalagi jauh sebelum akan masa video game. Perusahaan asal Jepang ini telah berdiri sejak 1889, tapi mereka awalannya tidak segera mengolah video game, melainkan menjual kartu permainan.

Nintendo baru jadi mengolah konsol video game pertama kali pada 1977 lewat Color TV-Game. Nintendo pada akhirnya baru dikenal secara internasional ketika mereka merilis Donkey Kong pada 1981 dan Nintendo Entertainment System pada 1983.

Namun sejak itu Nintendo jadi tidak benar satu produsen utama konsol game yang miliki paling banyak produk baik konsol rumahan dan terhitung tidak benar satu pionir yang berhasil mengembangkan konsol genggam.

Berikut adalah daftar lengkap konsol-konsol Nintendo jadi berasal dari awal sampai sekarang.

Color TV-Game (1977)

Konsol pertama yang dibuat oleh Nintendo bukanlah NES, melainkan Color TV-Game. Mayoritas gamer tidak akan tahu konsol ini dikarenakan memang cuma di Jepang saja. Meskipun dijual untuk pasar lokal, konsol ini disebut terjual sampai 3 juta unit.

Konsol ini merupakan cara besar Nintendo untuk berubah berasal dari mengolah mainan dan kartu yang kala itu terlalu mahal diproduksi dikarenakan krisis minyak world yang terjadi. Nintendo menentukan video game dikarenakan pasar tersebut tetap baru dan berkembang terlalu cepat kala itu.

Game & Watch (1980)

Setelah berhasil mengembangkan konsol rumahannya, Nintendo terhitung jadi mengembangkan konsol genggam pertamanya. Konsol genggam ini dibuat oleh Gunpei Yokoi yang desain lipat dan dua layarnya kemudian digunakan lagi oleh Nintendo DS.

Layaknya konsol genggam pada masanya, Game & Watch cuma mampu menolong satu game untuk dimainkan. Sehingga semasa produksinya Nintendo menyebabkan 60 macam konsol Game & Watch dengan game yang berbeda-beda.

Nintendo Entertainment System (1983)

3 tahun sesudah keberhasilan Color TV-Game, Nintendo pada akhirnya mengeluarkan konsol game generasi terbarunya. Konsol bernama Nintendo Entertainment System (NES) atau di Jepang disebut sebagai Family Computer (Famicom) merupakan konsol game 8-bit.

Konsol ini terhitung merupakan debut perdana konsol Nintendo di pasar internasional yang berhasil letakkan Nintendo di radar para gamer di semua dunia sekaligus mempunyai tren baru yaitu bermain video game di rumah.

Game Boy (1989)

Nintendo pada akhirnya jadi mendapatkan pola untuk merilis konsol rumahan dan konsol genggam mereka secara bergantian. Di tahun 1989, Nintendo pada akhirnya merilis Game Boy yang nantinya akan jadi tidak benar satu konsol dengan penjualan paling baik sepanjang masa.

Kepraktisan untuk dibawa ke mana-mana serta kekuatan lepas-pasang cartridge game seperti NES menyebabkan konsol ini diminati oleh banyak gamer di semua dunia. Nintendo terhitung memberikan banyak aksesori untuk konsol ini jadi berasal dari printer sampai lampu penerangan.

Super Nintendo Entertainment System (1990)

Setelah berhasil besar dengan NES, Nintendo pada akhirnya merilis generasi baru berasal dari konsol mereka yang disebut Super Nintendo Entertainment System atau SNES atau Super Nintendo. Kini Nintendo terhitung memberikan upgrade grafik game-nya jadi 16-bit.

Sayangnya, SNES tidak mampu melampaui keberhasilan konsol pendahulunya di pasar internasional dikarenakan kala diluncurkan Nintendo kini mendapat perlawanan oleh SEGA lewat konsol baru mereka, SEGA Genesis.

Virtual Boy (1995)

Dengan posisi di pasar video game yang jadi stabil di atas, Nintendo pada akhirnya jadi bereksperimen dengan mencoba merilis Virtual Boy yang seperti kelihatannya merupakan sebuah perangkat virtual reality.

Sayangnya, seperti yang dianggap teknologi ini tetap terlalu terlalu dini untuk masa itu supaya konsol ini tidak mampu sesukses konsol-konsol lainnya. Nintendo terhitung pada akhirnya cuma menjual konsol ini untuk {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} bulan saja sebelum akan Nintendo menghentikan produksinya.

Nintendo 64 (1996)

Melanjutkan dominasi mereka di konsol rumahan, Nintendo merilis Nintendo 64 yang ikonik lewat joystick trisulanya. Popularitas yang tinggi kala itu menyebabkan konsol ini jadi tidak benar satu yang paling banyak diperebutkan kala dirilis.

Namun N64 terhitung jadi konsol yang menghadapi kompetisi paling berat dikarenakan kehadiran Sega Saturn dan terhitung konsol pertama Sony, PlayStation. Persaingan yang ketat tersebut pada akhirnya terhitung menyebabkan Nintendo tidak berhasil menjual konsol mereka sebanyak konsol-konsol sebelumnya.

Game Boy Color (1998)

Karena sebelumnya sempat gagal dengan Virtual Boy, Nintendo pada akhirnya menyita cara aman untuk perilisan konsol genggamnya dengan memberikan pembaruan untuk Game Boy dengan layar berwarna dan terhitung prosesor baru.

Selain untuk para gamer, konsol ini terhitung merupakan keinginan berasal dari para pengembang game yang jadi bahwa hardware yang dimiliki oleh Game Boy original telah terlalu kuno dan lemah untuk mengembangkan game baru.

Nintendo GameCube (2001)

Memasuki milenium baru, Nintendo menghadapi kompetisi yang jadi ketat di pasar konsol rumahan. Sony meluncurkan PlayStation 2, Sega dengan Dreamcast, dan Microsoft jadi pendatang baru lewat Xbox. Nintendo pun pada akhirnya nampak dengan GameCube.

Konsol ini mampu dibilang merupakan momen paling akhir Nintendo (dan terhitung Sega) bermain di ranah konsol mainstream. Maka berasal dari itu Nintendo berupaya menyebabkan konsolnya mampu menolong game-game utama seperti Resident Evil 4 dan Prince of Persia: Sand of Time.

Namun sayangnya, hardware yang lebih lemah daripada para pesaingnya menyebabkan konsol ini cuma terjual 22 juta unit. Dibandingkan rival utama mereka yang kini menguasai, PlayStation 2 yang terjual sampai 153 juta unit.

Game Boy Advance (2001)

Kalah di dalam konsol rumahan mereka sepertinya menyebabkan Nintendo berpikir bahwa mereka kudu memperkuat dominasi mereka di pasar konsol genggam. Maka berasal dari itu Nintendo merilis peningkatan untuk konsol Game Boy mereka lewat Game Boy Advance (GBA).

Konsol ini mempunyai bentuk baru, peletakkan tombol baru, layar yang lebih besar, dan tentunya performa yang lebih kuat berasal dari Game Boy sebelumnya. Namun semua peningkatan tersebut kudu dibayar dengan harga yang lebih mahal untuk sebuah konsol genggam.

Game Boy Advance SP (2003)

Setelah memberikan penyegaran pada konsol genggamnya, Nintendo ternyata tidak menunggu lama untuk lagi memberikan perubahan pada Game Boy Advance. Tidak tanggung-tanggung, Nintendo merubah bentuknya yang awalannya seperti pill jadi konsol lipat seperti laptop.

Alasan perubahan bentuk yang radikal tersebut adalah dikarenakan banyaknya komplain berasal dari para pengagum yang menyebut konsol GBA tidak nyaman. Desain baru ini terhitung lebih kompak yang membuatnya lebih ringan untuk dibawa ke mana-mana.

Nintendo DS (2004)

Perilisan Game Boy Advance SP memang meraih reaksi yang memadai positif berasal dari para pengagum tapi Nintendo tidak menghilangkan kala untuk merilis konsol genggam barunya berdasar bentuk lipat sekaligus mempunyai lagi desain klasik yang mereka memakai pertama kali pada Nintendo Game & Watch.

Nintendo terhitung merubah nama konsol genggamnya jadi Nintendo DS (Dual Screen). Selain bentuknya yang kini berubah, Nintendo terhitung membenamkan bermacam fitur modern seperti layar touchscreen dan apalagi Wi-fi. Langkah Nintendo merilis DS terhitung berhasil meredam laju konsol genggam milik Sony yaitu PSP yang dirilis pada tahun yang sama.

Wii (2006)

Lama tidak bermain di pasar konsol rumahan, Nintendo pada akhirnya mencoba lagi dengan Wii. Namun tidak sama dengan sebelumnya, Wii tidak diposisikan sebagai pesaing untuk konsol utama lain seperti PlayStation 3 dan Xbox 360.

Nintendo menyebabkan Wii sebagai konsol dengan kelasnya sendiri lewat revolusi kontrol gerakan yang dibawa lewat Wii Remote. Hal ini menyebabkan Wii miliki sisi interaktif yang lebih unik berasal dari rivalnya dan kemudian membuatnya terkenal sebagai konsol rumahan untuk keluarga.

Nintendo 3DS (2011)

Tujuh tahun sesudah perilisan DS pertama kali, Nintendo memberikan penyegaran pada konsol genggam ini dengan 3DS. Seperti namanya, kekuatan tarik utama berasal dari berasal dari konsol ini adalah teknologi autostereoscopic 3D pada layarnya yang menyebabkan penampilan game-nya jadi 3 dimensi.

Peluncuran 3DS pada 2011 ini terbilang menarik, dikarenakan banyak pengagum yang kecewa dikarenakan implementasi 3D pada game-game yang ada tidak se-wah yang diiklankan. Performa konsolnya sendiri terhitung dirasa tetap kurang. Namun di sisi lain, konsol ini tetap terlalu laris terjual dan apalagi jadi peluncuran konsol tersukses di Jepang sampai sekarang.

Wii U (2012)

Keberhasilan Wii untuk meredefinisikan konsol rumahan Nintendo menyebabkan mereka lagi percaya diri untuk lagi bereksperimen. Konsepnya, memasukkan layar touchscreen ke di dalam kontroler game-nya serta berupaya untuk menghadirkan konsol yang kuat memainkan game-game di konsol utama lainnya.

Sayangnya konsep ini tambah jadi bumerang bagi Nintendo, dikarenakan implementasi inspirasi yang terlalu berseberangan menyebabkan banyak pengagum yang bingung dengan fokus berasal dari konsol ini. Karena Wii U terhitung tidak sekuat konsol Sony dan Microsoft, dan implementasi layar touchscreen dan fitur-fitur lainnya terhitung jadi tidak matang. Kekurangan tersebut menyebabkan Wii U jadi tidak benar satu konsol Nintendo yang paling gagal.

Nintendo Switch (2017)

Setelah lagi gagal dengan WiiU, Nintendo kini lagi ke meja desainnya dan mengayalkan lagi konsol apa yang akan mereka membuat selanjutnya. Karena konsol mainstream telah jadi jauh meninggalkan mereka dan eksistensi konsol genggam mereka jadi tergerus dengan naiknya pamor game mobile dengan smartphone.

Baca Juga : Beberapa Tips Liburan Ke Luar Negeri Pertama Kali

Hal ini menyebabkan Nintendo dambakan menyebabkan “cara baru bermain game” yang mampu mengakomodasi pemain berasal dari Asia yang senang bermain dengan di luar ruangan. Sedangkan pemain berasal dari wilayah Amerika Serikat dan Eropa lebih senang bermain sendiri di rumah. Hal inilah yang mendasari desain hybrid berasal dari Switch.

Pertaruhan Nintendo pada Switch terbayar ketika dirilis, dikarenakan konsol ini berhasil menyebabkan pasarnya sendiri yang mengisi area antara konsol rumahan, konsol genggam, dan apalagi smartphone. Popularitas Switch apalagi meroket kala pandemi COVID-19 terjadi dikarenakan fleksibilitas konsolnya.

Penutup

Sebagai tidak benar satu pionir berasal dari konsol rumahan, Nintendo memang mengalami banyak naik-turun lewat bermacam inovasi yang dilaksanakan pada produknya. Namun keberanian Nintendo untuk tidak bermain aman dan konsisten berupaya menghadirkan pengalaman baru menyebabkan mereka miliki sisi uniknya sendiri.

Resmi Diungkap, Ini Beda Xbox Series X vs Xbox Series S

Microsoft formal mengungkapkan harga Xbox Series X dan Xbox Series S, dua konsol game baru mereka yang disiapkan meluncur pada 10 November 2020.

Sebelum peluncuran, bakal dibuka slot pakai pulsa pre-order untuk melaksanakan pemesanan konsol game paling baru ini pada 22 September 2020 mendatang.

Jika awalnya cuma dikenalkan Xbox Series X sebagai pesaing PlayStation 5 nanti. Tiba-tiba Microsoft juga mengenalkan Xbox Series S yang lebih murah.

Meski lebih murah, konsol game baru tersebut juga juga dalam next-gen. Bukan sekadar Xbox One yang diperkuat secara performa saja.

Apa yang membedakan dua konsol game baru ini, sehingga mampu punya selisih harga cukup jauh? Simak tersebut ini perbandingan Xbox Series X vs Xbox Series S.

Performa

Xbox Series X ditenagai chip baru berasal dari AMD Zen 2 berisi 8 Core yang mampu berlangsung 3,8 GHz. Namun terkecuali mengaktifkan SMT, mampu jadi 8 core 16 thread di 3,6 GHz.

Ditunkang GPU AMD RDNA2 dengan 52 compute unit berlangsung di 1,825 GHz dan punya kebolehan komputasi hingga 12,15 TFLOS. Dan RAM 16 GB GDDR6 (10 GB 560 GB/s, 6 GB 336 GB/s).

Sedangkan Xbox Series S, juga kenakan chip prosesor AMD Zen 2 tapi cuma berlangsung di 3,6 GHz 8 core. Jima SMT diaktifkan mampu 16 thread 3,4 GHz.

Untuk GPU juga AMD RDNA 2, tapi cuma punya 20 compute unit dan berlangsung di 1,565 GHz menghasilkan 4 TFLOPS. Untuk RAM cuma 10 GB GDDR6 (8 GB 224 GB/s, 2 GB 56 GB/s).

Dapat nampak memang Xbox Series X jadi konsol game lebih bertenaga. Karena itu, diklaim mampu lancar di resolusi 4K 60 fps hingga 120 fps.

Sedangkan Xbox Series X, diklaim Microsoft dioptimalkan untuk 1440p 60 fps hingga 120 fps. Cocok untuk main di monitor PC, atau TV yang belum 4K.

Baca juga:

Daftar Game Terberat Android dan iOS Grafis Terbaik

Rekomendasi Game Moba yang Ada di Play Store!

Storage

Xbox Series X kenakan memori internal bersifat SSD NVMe PCIe Gen4 sebesar 1 TB. Sedangkan Xbox Series S cuma 512 GB dengan model yang sama.

Keduanya juga dilengkapi slot memori eksternal yang dihidangkan tertentu oleh Microsoft. Yang menolong SSD 1 TB setara dengan internalnya.

Distribusi Game

Xbox Series S tidak punya optical drive, dikarenakan itu konsol game ini full digital download. Semua game dan konten yang mampu dinikmati kudu download atau streaming.

Sedangkan Xbox Series X dilengkapi dengan 4K UHD Blu-ray drive. Sehingga menolong distribusi game secara fisik melalui Blu-ray, dan tentunya digital download.

Kedua konsol game ini juga menolong proses backward compatibility yang sama, yaitu mampu sebagian game Xbox One, Xbox 360 dan Xbox original.

Tak cuma itu, keduanya juga menolong aksesoris-aksesoris yang ada di Xbox One. Termasuk controller standar Xbox yang sama digunakan.

Desain dan Ukuran

Microsoft memang belum secara gamblang mengungkapkan berapa ukuran asli berasal dari ke dua konsol game next-gen meraka ini. Namun kita mampu melihat berasal dari perbandingan gambar dan foto.

Terlihat terkecuali Xbox Series X menggunakan desain kotak berwarna hitam. Meski lebih banyak nampak gambar dalam wujud berdiri, tapi mampu dioperasikan secara horizontal.

Sedangkan Xbox Series S, ada dengan warna putih. Bentuknya juga lebih ramping dan kecil. Bahkan satu Xbox Series X mampu lebih besar berasal dari dua Xbox Series S.

Dengan desain yang ramping ini, nampak terkecuali konsol game berwarna putih tersebut lebih masuk bakal terkecuali diposisikan secara horizontal.

Kesimpulan

Xbox Series X ada sebagai konsol game baru dengan performa garang berasal dari Microsoft. Ditujukan untuk kamu yang menghendaki pengalaman terbaik di 4K.

Sedangkan Xbox Series S ada sebagai alternatif ekonomis, tapi punya fitur next gen. Ditujukan sesuai untuk yang bermain di monitor PC, dan TV yang belum 4K.

Survei: Harga Konsol Game Indonesia Paling Mahal di Asia Tenggara

Perbedaan harga yang di tetapkan sbobet88 reseller terhadap beberapa jenis konsol game menunjukkan variasi harga yang signifikan. Dari survei yang di lakukan, Microsoft Xbox Seri S menjadi konsol dengan kenaikan harga yang paling tinggi di Indonesia, yaitu mencapai 95 persen.

Tak heran, mengingat toko resmi Microsoft belum tersedia di wilayah ini. sehingga konsumen harus mengandalkan reseller online untuk memenuhi permintaan mereka dari pasar lain seperti slot server thailand super gacor. Pada posisi kedua, PlayStation 5 (“PS5”) mengikuti dengan kenaikan harga mencapai 38 persen untuk versi disc dan 71 persen untuk versi digital.

Konsol penerus PlayStation 4 (2013) ini menjadi konsol Sony dengan antusiasme tertinggi kalau di bandingkan dengan pendhulunya. Lonjakan permintaan terhadap konsol ini masih terus berlanjut sejak produk ini di rilis sampai saat ini. bahkan pihak Sony situs slot server kamboja menjelaskan kalau situasi ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Harga Konsol Game Indonesia Paling Mahal di Asia Tenggara

Berbanding terbalik dengan PS5, Nintendo yang memiliki harga lebih terjangkau tersedia di platform e-commerce dengan kenaikan harga rata-rata hanya sebesar 45 persen. Walaupun konsol ini juga masih mengalami kekurangan pasokan, namun kelihatannya Nintendo sudah mnelakukan pekerjaan yang lebih baik dalam memenuhi permintaan.

Sehingga bisa mengurangi peluang para reseller online untuk mendapatkan untung. Lalu, dengan kenaikan harga konsol game yang masih berlangsung, apakah konsol game masih terjangkau untuk masyarakat Indonesia?

Menggunakan data rataan harga konsol game di e-commerce dan rataan gaji per tahun yang didapatkan dari World Bank, iPrice menganalisa keterjangkauan harga konsol game di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara.

Hasilnya, konsol game paling terjangkau bagi masyarakat Singapura. Rata-rata masyarakat negara tersebut hanya membutuhkan 1 persen dari gaji per tahun untuk sebuah konsol game. Nilai ini sangat kontras jika di bandingkan dengan pasar seperti Indonesia dan Vietnam, di mana konsol akan menelan biaya sekitar seperlima dan seperempat dari pendapatan tahunan mereka.

Perbedaan ini tentunya di sebabkan oleh berbagai faktor termasuk penetapan harga dari produsen konsol, pasokan dan permintaan pasar, aktivitas reseller, juga tingkat pendapatan rata-rata.